Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci mulan (27)

WANGSIT TI PANGERAN PAPAK (R. WANGSA MUHAMMAD)Tanggal: 8 April 1982. Katampi ku: R. Hidayat Suryalaga.

25 Sep 2001 - 7:08 am

Ieu mah cutatan tina sabagian eusining Wangsit Pangeran Papak anu jenengan aslina mah R. Wangsa Muhammad, katampi di Cinunuk-Wanaraja–Garut tanggal 8 April 1982 ku R. Hidayat Suryalaga.

Kum, Ahum Wali Yang Agung,
Bis - Mim Waliyul diri,
Lam, Alip dina mamaras,
mangka buka mangka yakin,
da eta jejeran gelar,
tuturkeuneun nu perwinci.

SAWANGAN KANA AJEN INAJEN NU DIKANDUNG DINA KECAP SUNDANumutkeun Leksikografis, Etimologis, Semantis, Heurmanetik

14 Sep 2001 - 12:00 am

Upami dietang kecap Sunda teh numutkeun papayan etimologi aya 25 hartos. Tiasa jadi baris nambihan deui saupami leukeun mapay kamus basa sanesna, upami bae dina kamus Basa Kawi-Perancis, hartos kecap Sunda nya eta Kacida pisan endahna tur hejo ngemploh (Viviane Sukanda Tessier, dina diskusi pengamat Kabudayaan, 1990).

SENI GONDANG

11 Sep 2001 - 6:07 am

Pada mulanya gondang merupakan bagian dari upacara untuk menghormati Dewi Padi, Nyi Pohaci SANGHYANG SRI, waktu menumbuk padi untuk pertama kalinya, biasa disebut meuseul Nyai Sri, setelah panen usai. Perkembangan selanjutnya gondang menjadi nama salah satu seni pertunjukan yang menggambarkan muda-mudi di pedesaan menjalin cinta kasih, dengan gerak dan lagu yang romantis penuh canda.

SEJARAH CIAMIS

11 Sep 2001 - 4:26 am

Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Asli Daerah (kerajaan) Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Selanjutnya W.J Van der Meulen berpendapat bahwa kata "galuh", berasal dari kata "sakaloh" berarti "dari sungai asalnya", dan dalam lidah Banyumas menjadi "segaluh". Dalam Bahasa Sansekerta, kata "galu" menunjukkan sejenis permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut puteri raja (yang sedang memerintah) dan belum menikah.

EROTISKAH TARI KETUK TILU?

6 Sep 2001 - 12:00 am

Kaitan dari Tari Ketuk Tilu yang dilakukan penari, ronggeng atau doger adalah gerakannya yang erotis, yakni gerakan berupa goyang pinggul, geol dan giteknya yang merangsang. Sekelumit erotisme, enjoyment serta partisipasi Tari Ketuk Tilu memiliki latar belakang sebuah budaya untuk upacara sakral.

Pada mulanya Tari Ketuk Tilu adalah tari bagi upacara penghargaan kepada dewi yang dianggap melindungi tanaman padi, yakni Dewi Sri. Tari ini dilakukan oleh dua jenis penari yang terdiri dari wanita dan pria secara berpasangan yang mengandung arti kesuburan. Nama Ketuk Tilu itu diambil dari waditra pengiringnya (alat musik) yang terdiri dari alat musik yang disebut ketuk berupa gendang kecil.