Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci ninggal (41)
- SAUNG ANGKLUNG UDJO
28 Jan 2004 - 9:39 pm
Tahun 1967 untuk pertama kalinya rombongan turis dari Belanda berkunjung ke Saung Angklung Udjo. Sebuah tempat di desa Padasuka, dikelilingi hamparan sawah dan kerimbunan rumpun bamboo, dimana anak-anak kecil bergembira dengan aneka permainan desa, belajar berbagai kesenian daerah dibawah bimbingan Udjo Ngalagena. Inilah Saung Angklung Udjo, tempat angklung dibuat, dipelajari, dimainkan, dan dipertunjukan dengan penuh keceriaan. Tempat yang telah dikunjungi wisatawan dari seluruh belahan dunia.
- DIRIGEN
13 Jan 2004 - 10:19 pm
Dirigen teh anu mingpin pintonan musik, biasana dina wangunan orkestra atawa paduan suara. Sang dirigen disebutna konduktor, mingpin, nangtung dihareupeun pamaen musik atawa vokal, mere aba-aba atawa ngatur irama lagu. Dina istilah karawitan mah, can aya ngaran nu baku, sabab hal ieu teu patia biasa dipake. Dina nabeuh upamana, sanajan loba nu maenna tur laguna panjang, bisa jaralan sorangan tanpa kudu dipingpin ku dirigen.
- KABUYUTAN UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGANOleh: Oman Abdurahman dan Yustiaji
17 Nov 2003 - 12:34 am
Catatan atau peninggalan sejarah Sunda tertua yang memuat istilah kabuyutan sejauh ini adalah sebuah prasasti yang dikenal dengan prasasti Cibadak. Prasasti ini merupakan peninggalan Sri Jaya Bupati, seorang raja Sunda, yang dibuat antara 1006-1016 M, Prabu Sri Jaya Bhupati memerintah bersamaan saat di Kediri, Jawa Timur, memerintah Raja Airlangga. Dalam prasasti tersebut, Sri Jayabupati telah menetapkan sebagian dari Sungai Sanghyang tapak (saat itu), sebagai kabuyutan, yaitu tempat yang memiliki pantangan (larangan) untuk ditaati oleh segenap rakyatnya.
- MAKNA ALAT TENUN TRADISIONAL MENURUT PADANGAN HIDUP URANG SUNDA (Bagian 1)H.R. Hidayat Suryalaga
25 Aug 2003 - 2:42 am
Pengertian "Urang Sunda" dalam judul di atas mungkin masih terasa samar. Untuk kesempatan sekarang saya membatasi pengertian "Urang Sunda" adalah yang merasa dirinya Urang Sunda dan "terbiasa" memberi makna terhadap benda-benda atau peristiwa berkebudayaan serta fenomena alam sekitar. Pemaknaan akan hal-hal ini bukanlah sesuatu yang sengaja dibuat-buat (jijieunan), tetapi bersandar pada kaidah bahwa setiap insan harus mampu MACA UGA DINA WARUGA, dan itu dimaknai sebagai kearifan untuk mengidentifikasikan diri MIKRO dengan diri MAKRO, jagat Sagir dan jagat Kabir. Sebenarnyalah cukup banyak kegiatan berkebudayaan yang diberi makna khusus sehingga bisa dijadikan sarana penelusuran arah pemikiran Urang Sunda dalam perjalanan hidupnya meniti RAWAYAN JATI (Shirath, Perennial, Brahman, Tao, Sangkan Paraning Dumadhi, Al Hikmah al-Muta'aliyah, Jawidan Khirad).
- PUSAKA KEBESARAN LELUHUR PASUNDANTERKOLEKSI DI MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN
1 Aug 2003 - 3:51 am
Usaha permulaan benda-benda pusaka peninggalan leluhur, sebagai tempat penyimpanan dan penyelamat benda budaya yang tak ternilai harganya, hingga dapat memelihara dan merawatnya sebaik mungkin merupakan tujuan museum. Museum Prabu Geusan Ulun terletak di kota jantung Sumedang, 45 Km dari pusat Kota Bandung. Nama museum diambil dari nama tokoh sejarah Kharismatik yang berjaya dalam penyebaran agama Islam, memerintah pada tahun 1578 sampai tahun 1601. Museum ini didirikan dan dikelola oleh Yayasan Pangeran Sumedang (YPS).




















