Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci tujuh (26)

SEJARAH CIAMIS

11 Sep 2001 - 4:26 am

Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Asli Daerah (kerajaan) Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Selanjutnya W.J Van der Meulen berpendapat bahwa kata "galuh", berasal dari kata "sakaloh" berarti "dari sungai asalnya", dan dalam lidah Banyumas menjadi "segaluh". Dalam Bahasa Sansekerta, kata "galu" menunjukkan sejenis permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut puteri raja (yang sedang memerintah) dan belum menikah.

WADITRA

30 Aug 2001 - 12:00 am

Salah satu upaya untuk menanamkan penghargaan dan kebanggaan terhadap karya budaya bangsa, perlu ditumbuhkembangkan pada semua lapisan masyarakat yang pada gilirannya bisa menghantarkan dan membentuk sikap apresiatif kita dalam menghargai karya budaya bangsa.

Oleh karena itu, pemahaman tentang apresiasi seni perlu untuk mendapat perhatian dengan berbagai upaya untuk meningkatkannya.

NGABUBURIT GAYA TEMPO DOELOESebuah Tradisi Masyarakat Sunda yang Nyaris Punah

30 Aug 2001 - 12:00 am

Ngabuburit dalam bahasa Sunda artinya melena-lena, melewatkan waktu di bulan puasa, sambil menunggu adzan maghrib, saatnya orang berbuka puasa. Caranya bagaimana mengisi waktu ngabuburit, dengan melena-lena sambil mengendalikan perilaku yang baik dan utama, agar puasa tetap terjaga, dan tidak batal.

SENI BENJANG

22 Aug 2001 - 4:27 am

Benjang merupakan salah satu jenis kesenian rakyat berupa gulat dan tarian. Benjang diiringi dengan Terebang, Gendang, Terompet, Bedug dan Kecrek. Menurut beberapa catatan, benjang diciptakan oleh Santari dan Madsari dari Ciwaru, Ujungberung, Bandung sekitar abad ke 18.

RONGGENG, DI ATAS DAN DI BELAKANG PANGGUNGTelaah Heurmanetika Filosofis dalam Kajian Folklorik Sunda

22 Aug 2001 - 12:00 am

Ronggeng di atas panggung yang kasat mata, ialah suatu seni pertunjukan yang lebih bersifat hiburan. Untuk keperluan ini, seperti penampakan seni Ronggeng sekarang inilah, berkonotasi sangat fisikal indrawi.

Peran Ronggeng di belakang panggung (kajian Esoteris) ternyata begitu bermakna. Melambangkan cobaan hidup baik lahir maupun batin bagi manusia. Bukankah kualitas itu hanya bisa dicapai bila telah diuji lebih dahulu?