Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci beberapa (99)
- DAYA SUNDA
30 Aug 2001 - 12:00 am
Organisasi sosial yang merupakan peleburan antara perkumpulan Pangauban Sunda yang didirikan di Bandung tanggal 22 Nopember 1952 dengan perkumpulan Sunda Budaya yang berkedudukan di Bogor.
Organisasi ini bertujuan untuk mempertinggi jiwa, harkat, derajat dan kebudayaan "Urang Sunda" dalam rangka turut serta membangun kemajuan Negara Indonesia. Garapannya meliputi bidang Kebudayaan, Perekonomian, Kemasyarakatan, Pendidikan dan Politik.- PAGUYUBAN PASUNDANKiprah Paguyuban Pasundan Pada Zaman Penggerakan Nasional (1914 - 1942)
30 Aug 2001 - 12:00 am
Pada saat didirikannya Paguyuban Pasundan bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, terutama pendidikan bagi putra-putri Jawa Barat dan Kebudayaan Sunda.
Seirama dengan perkembangan pergerakan nasional yang lebih menjurus kearah Pergerakan Politik pada tahun 1919. Selanjutnya bidangnya diperluas, seperti bidang Ekonomi, Kepemudaan, Wanita, Media Massa, dan Pendidikan.- WADITRA
30 Aug 2001 - 12:00 am
Salah satu upaya untuk menanamkan penghargaan dan kebanggaan terhadap karya budaya bangsa, perlu ditumbuhkembangkan pada semua lapisan masyarakat yang pada gilirannya bisa menghantarkan dan membentuk sikap apresiatif kita dalam menghargai karya budaya bangsa.
Oleh karena itu, pemahaman tentang apresiasi seni perlu untuk mendapat perhatian dengan berbagai upaya untuk meningkatkannya.- NGABUBURIT GAYA TEMPO DOELOESebuah Tradisi Masyarakat Sunda yang Nyaris Punah
30 Aug 2001 - 12:00 am
Ngabuburit dalam bahasa Sunda artinya melena-lena, melewatkan waktu di bulan puasa, sambil menunggu adzan maghrib, saatnya orang berbuka puasa. Caranya bagaimana mengisi waktu ngabuburit, dengan melena-lena sambil mengendalikan perilaku yang baik dan utama, agar puasa tetap terjaga, dan tidak batal.
- SISINDIRANTradisi Menyindir Khas Orang Sunda
30 Aug 2001 - 12:00 am
Sisindiran merupakan sejenis sastra lisan warisan leluhur yang dalam setiap baitnya terdiri atas empat padalisan (baris). Selanjutnya setiap baris terdiri dari delapan pada (suku kata), sepintas memang mirip pantun Melayu. Akan tetapi dalam hal ini terdapat perbedaan, dimana dalam pantun Melayu satu barisnya berisi sepuluh suku kata.




















