Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci berik (70)

PESANTREN SUKAMANAH

8 Aug 2002 - 6:15 am

Pesantren Sukamanah terkenal, karena pada zaman pendudukan Jepang yang pertama berani melakukan pemberontakan terhadap Jepang. Lokasinya terletak di kampung Sukamanah, desa Cimerah, kecamatan dan kewedanaan Singaparna, Tasikmalaya. Pesantren didirikan oleh K.H. Zaenal Mustafa (Moestafa) pada tahun 1927.

WAWACAN GANASWARAOleh: Kyai Ahmad Sobandi

11 Jul 2002 - 5:54 am

Raja Yaman mempunyai seorang putrid yang cantik bernama Ratna Komala. Sudah 25 orang raja yang mencoba melamarnya, akan tetapi tak seorangpun yang diterima oleh sang putri.

Di sebuah kampung ada seorang laki-laki yang telah ditinggal mati oleh istrinya, pekerjaan sehari-hari hanyalah menyapu jalan. Ia mempunyai dua orang anak laki-laki bernama Buntaran dan Ganaswara.

Naskah Kuna: WAWACAN BERMANA SAKTI

25 Jun 2002 - 7:45 am

Adalah kisah di Kerajaan Keling dengan rajanya bernama Bermana Alam. Dari permaisuri Sekarwulan is berputra Bermana Sakti. Yang menjadi Penghulu serta Patih di negara itu tidak disebutkan namanya, tetapi hanya disebut bahwa keduanya adalah adik sang raja.

SEJARAH PENGGUNAAN BAHASA SUNDA DI TATAR SUNDA

30 Apr 2002 - 3:54 am

Bahasa Sunda merupakan bahasa yang diciptakan dan digunakan oleh orang Sunda dalam berbagai keperluan komunikasi kehidupan mereka. Tidak diketahui kapan bahasa ini lahir, tetapi dari bukti tertulis yang merupakan keterangan tertua, berbentuk prasasti berasal dari abad ke-14.

Prasasti dimaksud di temukan di Kawali Ciamis, dan ditulis pada batu alam dengan menggunakan aksara dan Bahasa Sunda (kuno). Diperkirakan prasasti ini ada beberapa buah dan dibuat pada masa pemerintahan Prabu Niskala Wastukancana (1397-1475).

Dongeng Sasakala: BANTENG TANDUKAN

11 Apr 2002 - 3:43 am

Ceuk dongeng, baheula mah banteng teh teu boga tanduk. Nu tandukan mah kuda. Nya, pangna banteng tandukan oge, eta teh pamere kuda! Kieu ceunah sasakala na mah.

Di leuweung nu aya di Nagri Sepanyol, hirup sakumpulan kuda. Maranehanana mindeng diudag-udag ku kasieun jeung ku kahariwang. Rek teu kitu kumaha atuh. Mun unggal poe maranehna dibeberik kunu moro. Di baroro teh lain rek diala dagingna. Tapi pikeun diadukeun jeung manusa sakitan.

Dina hiji poe, sakabeh kuda ngayakeun riungan. Maranehna baradami pikeun neangan jalan sangkan bisa hirup tingtrim, teu di beubeurik wae kunu moro.