Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci gambaran (24)
- KEMANA PERGINYA DONGENG SUNDA KITA?
14 Jul 2003 - 1:04 pm
Belakangan ini sulit sekali rasanya kita mendengar acara radio yang menyiarkan secara langsung dongeng pasosonten, carita ti Sinta dan sejenisnya. Acara tersebut biasanya dibawakan oleh seorang yang ahli membawakan berbagai karakter, ada bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda-pemudi, kakek-kakek, nenek-nenek, anak-anak, bayi, pendekar, orang jahat dan sebagainya.
Pada masanya hampir setiap rumah penduduk merelai acara dari sebuah radio yang meyiarkan dongeng. Tidak terbayang lagi betapa hiruk pikuk orang ketika esok harinya menceritakan kembali apa-apa yang ia dengar dari sebuah dongeng favoritnya. Atau ketika orang terburu-buru ingin segera tiba di rumahnya setelah seharian penuh bekerja, pada sore harinya beristirahat sambil menyimak siaran dongeng favoritnya yang penuh pekerti tersebut.- SEJARAH SEBAGAI PENDORONG TERWUJUDNYA PERADABAN BANGSA YANG MADANI DAN MARDOTILLAHOleh: H.R. Hidayat Suryalaga
10 Apr 2003 - 2:22 am
Sejarah adalah representasi dari peradaban bangsa, hal itu telah kita fahami. Bila kita simak peradaban Bangsa Indonesia dewasa ini, sangat tidak membanggakan. Sampai-sampai ada seorang budayawan ternama yang merasa malu menjadi Bangsa Indonesia. Kalau demikian jelas ada yang salah dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Kalau produk sejarah adalah suatu peradaban, maka yang harus ditelusuri adalah landasan filsafat (praksis) kesejarahan/historiografi yang dianut di negara kita; sebab filsafat yang dianut ini akan mewarnai seluruh penulisan dan metari pendidikan sejarah bangsa kita.
- WANITA DENGAN PERANNYAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga
24 Dec 2002 - 11:12 pm
Tulisan ini sebagai suatu upaya mencari "KABERKAHAN" dari peran seorang IBU/WANITA berdasarkan Folklor Sunda dan kajian kasus per kasus. Semoga bermanfaat bagi perbincangan kita dalam arus "persamaan hak dan gender" yang kini hangat dicelotehkan orang.
Tulisan yang tidak berpretensi ilmiah ini saya persembahkan kepada semua wanita, sebagai rasa hormat dan kagum kepada insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Wacana ini penulis susun sebatas menelusuri dan mengkaji nilai-nilai luhur mengenai kedudukan dan peran wanita yang terjumpai dalam folklor Sunda. Pada akhirnya diharapkan kita semua faham bagaimana "ngalap berekah" dari insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Bukankah kata leluhur Sunda "ARI MUNJUNG ULAH KA GUNUNG, MUNJUNG MAH KUDU KA INDUNG".- TARI ANAK-ANAKOleh: Lis Emilawati
19 Jun 2002 - 6:06 am
Dalam suatu pertunjukan tari, sering dijumpai anak-anak begitu terampil menarikan Tari Topeng atau Tari Kandagan maupun Tari Jaipongan. Padahal perbendaharaan geraknya akan lebih pas apabila ditarikan orang dewasa. Orang tua si anak merasa bangga, begitu pula para penonton merasa kagum akan kepiawaian si anak.
Kasus semacam ini perlu menjadi bahan renungan para ahli tari dan guru tari, untuk selanjutnya melakukan langkah proaktif dalam meluruskan kebengkokan dengan cara menyusun sebuah format tentang bentuk tari bagi anak-anak.- TANGTUNGAN SUNDA EUSI PIKEUN NANJEURKEUN DEUI SUNDAKu: Eddy Nugraha
13 Jun 2002 - 6:45 am
Salian ti warna-warna kanyaho Urang Sunda ngeunaan sebutan Sunda eta, harti nu dipake ku para ahli ngeunaan Sunda oge robah-robah ti jaman ka jaman. Misalna, dina pustaka tahun 50-an harti sunda teh nepikeun ka leuwih ti 25 harti (Sajarah Sunda I, 1956). Satuluyna, dina kamus Basa Sunda timiti citakan ka 1 (LBSS, 1975) nepi ka citakan ka 7 (LBSS 1992) ngan dihartikeun sacara etnis sanajan ditambah katerangan ngeunaan harti asalna. Robah-robahna ieu nunjukkeun robahna pangartos para ahli Urang Sunda dina ngama'naan sunda jeung dina ngajelaskeun ngeunaan tangtungan sunda ka bangsana.




















