Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci ibarat (18)

MAKNA ALAT TENUN TRADISIONAL MENURUT PADANGAN HIDUP URANG SUNDA (Bagian 2)H.R. Hidayat Suryalaga

13 Oct 2003 - 2:10 am

Bahan yang digunakan untuk alat bertenun, terutama yang berasal dari flora/kayu, diuraikan secara rinci. Ini memberi ilustrasi bahwa masyarakat Sunda lama sangat akrab dengan kualitas bermacam flora/kayu, tentu saja dapat dikaitkan pula dengan penanda nilai filosofinya.

Beberapa nama flora yang biasa disebut a.l: Jati Pangrango, Ki Merak, Manglid, Ki Maung, Ki Putri, Jeungjing, Tangkolo Hejo, Ruyung Sagara, Hantap Heulang, Tamiang Sono, Ki Julang Nunggal, Bungbulang Peucang, Ki Julang Anom, Kai Tanggulun, Kai Tanggilin, Awi Tali Nunggal, Awi Bitung, Tanjung, Katapang.

Demikian pula penggunaan nama-nama tokoh (Wayang, Babad, Sejarah, nama fiktif folklorik, toponimi), mengandung makna filosofis tertentu. Semoga suatu saat ada perbincangan yang tentu akan sangat menarik untuk disimak dari para ahli tentang makna simbolisasi yang terkandung di dalamnya.

NADOMAN NURUL HIKMAH, DARAS I (bagian 5)Al Baqarah (Surat Kadua) - Ayat 67 d/k 93

1 May 2003 - 2:10 am

41. PERBAWANA DUNYA (:2/67,68,69,70) - rhs, 3 Syawal 1421 H


  • Perbawa haliah dunya, mindengna mah sok kacida,
    marageuhan bebeneran, asa bener ceuk sorangan.
  • Dugi ka dawuh Ilahi, dirugal-rigel pribadi,
    ngahaja ditarekahan, sangkan teu karurugian.
  • Nyieun rupaning alesan, ngahaja dipalikiran,
    dawuh Alloh diakalan, sangkan jadi kauntungan.
  • Saperti urang Yahudi, awahing nyaah ku sapi,
    api-api nu teu ngarti, kana dawuhan Ilahi.
  • Nu kitu munapek pasti, saperti urang Yahudi,
    bakal dibendon ku Gusti, Alloh mah Maha Tingali.

WANITA DENGAN PERANNYAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga

24 Dec 2002 - 11:12 pm

Tulisan ini sebagai suatu upaya mencari "KABERKAHAN" dari peran seorang IBU/WANITA berdasarkan Folklor Sunda dan kajian kasus per kasus. Semoga bermanfaat bagi perbincangan kita dalam arus "persamaan hak dan gender" yang kini hangat dicelotehkan orang.

Tulisan yang tidak berpretensi ilmiah ini saya persembahkan kepada semua wanita, sebagai rasa hormat dan kagum kepada insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Wacana ini penulis susun sebatas menelusuri dan mengkaji nilai-nilai luhur mengenai kedudukan dan peran wanita yang terjumpai dalam folklor Sunda. Pada akhirnya diharapkan kita semua faham bagaimana "ngalap berekah" dari insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Bukankah kata leluhur Sunda "ARI MUNJUNG ULAH KA GUNUNG, MUNJUNG MAH KUDU KA INDUNG".

SARITILAWAH NURHIDAYAH, KARYA BESAR MISKIN APRESIASIOleh: Iip Dzulkifli Yahya *

20 Dec 2002 - 11:55 pm

Setelah lebih dari tiga tahun usai penggarapannya, Saritilawah Nurhidayah (SN) anggitan Hidayat Suryalaga (HS), terasa masih miskin apresiasi. Saritilawah dari tiga puluh juz Al-Quran itu sosialisasinya masih terbatas.
Resensi melalui media ataupun diskusi ilmiah untuk membedahnya, hampir tak terdengar. SN cenderung beredar dari mulut ke mulut di lingkungan terbatas. Sebagai sebuah karya besar dalam bahasa Sunda, penyikapan demikian amat memprihatinkan.

Kerja sastra selama tigabelas tahun sungguh suatu prestasi mengagumkan. Tidak banyak sastrawan yang mampu mempertahankan energi kreatif untuk sebuah karya selama itu. Dalam kasus SN, tampak bahwa berkah Al-Qur'an telah memberikan limpahan energi kepada seorang HS. Hal ini menarik dalam konteks memperbincangkan sejauh mana keberislaman 'manusia' Sunda. Seberapa jauh Islam telah menggerakkan energi kreatif orang Sunda untuk melakukan sesuatu di luar budaya primordialnya.

NADOMAN NURUL HIKMAH, DARAS IAl Baqarah (Surat Kadua) - Ayat 1 d/k 18

18 Nov 2002 - 1:49 pm

1. ALLOH ANU MAHA UNINGA (:2/1,2) - rhs, 1 Syawal 1421 H


  • Alloh Nu Maha Uninga, kana sadaya dawuh-Na,
    mungguhing urang manusa, wajib kedah percantenna.
  • Kana Qur'an ulah hamham, ulah waswas ragu-ragu,
    upami urang mihamham, tangtos urang buntu laku.
  • Sadaya umat Pangeran, kedah kenging tuduh jalan,
    nu mawi lumungsur Qur'an, pikeun tuduh jalan iman.
  • Tawisna nu takwa to'at, yakin ayana aherat,
    solatna teh tara pegat, ku Alloh tangtos dirahmat.