Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci kandung (36)
- MAKNA ALAT TENUN TRADISIONAL MENURUT PADANGAN HIDUP URANG SUNDA (Bagian 1)H.R. Hidayat Suryalaga
25 Aug 2003 - 2:42 am
Pengertian "Urang Sunda" dalam judul di atas mungkin masih terasa samar. Untuk kesempatan sekarang saya membatasi pengertian "Urang Sunda" adalah yang merasa dirinya Urang Sunda dan "terbiasa" memberi makna terhadap benda-benda atau peristiwa berkebudayaan serta fenomena alam sekitar. Pemaknaan akan hal-hal ini bukanlah sesuatu yang sengaja dibuat-buat (jijieunan), tetapi bersandar pada kaidah bahwa setiap insan harus mampu MACA UGA DINA WARUGA, dan itu dimaknai sebagai kearifan untuk mengidentifikasikan diri MIKRO dengan diri MAKRO, jagat Sagir dan jagat Kabir. Sebenarnyalah cukup banyak kegiatan berkebudayaan yang diberi makna khusus sehingga bisa dijadikan sarana penelusuran arah pemikiran Urang Sunda dalam perjalanan hidupnya meniti RAWAYAN JATI (Shirath, Perennial, Brahman, Tao, Sangkan Paraning Dumadhi, Al Hikmah al-Muta'aliyah, Jawidan Khirad).
- SEJARAH SEBAGAI PENDORONG TERWUJUDNYA PERADABAN BANGSA YANG MADANI DAN MARDOTILLAHOleh: H.R. Hidayat Suryalaga
10 Apr 2003 - 2:22 am
Sejarah adalah representasi dari peradaban bangsa, hal itu telah kita fahami. Bila kita simak peradaban Bangsa Indonesia dewasa ini, sangat tidak membanggakan. Sampai-sampai ada seorang budayawan ternama yang merasa malu menjadi Bangsa Indonesia. Kalau demikian jelas ada yang salah dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Kalau produk sejarah adalah suatu peradaban, maka yang harus ditelusuri adalah landasan filsafat (praksis) kesejarahan/historiografi yang dianut di negara kita; sebab filsafat yang dianut ini akan mewarnai seluruh penulisan dan metari pendidikan sejarah bangsa kita.
- SARITILAWAH NURHIDAYAH, KARYA BESAR MISKIN APRESIASIOleh: Iip Dzulkifli Yahya *
20 Dec 2002 - 11:55 pm
Setelah lebih dari tiga tahun usai penggarapannya, Saritilawah Nurhidayah (SN) anggitan Hidayat Suryalaga (HS), terasa masih miskin apresiasi. Saritilawah dari tiga puluh juz Al-Quran itu sosialisasinya masih terbatas.
Resensi melalui media ataupun diskusi ilmiah untuk membedahnya, hampir tak terdengar. SN cenderung beredar dari mulut ke mulut di lingkungan terbatas. Sebagai sebuah karya besar dalam bahasa Sunda, penyikapan demikian amat memprihatinkan.
Kerja sastra selama tigabelas tahun sungguh suatu prestasi mengagumkan. Tidak banyak sastrawan yang mampu mempertahankan energi kreatif untuk sebuah karya selama itu. Dalam kasus SN, tampak bahwa berkah Al-Qur'an telah memberikan limpahan energi kepada seorang HS. Hal ini menarik dalam konteks memperbincangkan sejauh mana keberislaman 'manusia' Sunda. Seberapa jauh Islam telah menggerakkan energi kreatif orang Sunda untuk melakukan sesuatu di luar budaya primordialnya.- BARAKATAK
24 Sep 2002 - 12:12 am
Alo kuring asalna mah digawe jadi karyawan diperusahaan, tapi ayeuna mah geus di PHK. Geus genep bulan aya di lembur nganggur.
Bararingung cenah, kana tani teu ahli, buburuh punggal-panggul teu kaduga, usaha kana dagang teu boga modal.
"Diajar dagang leuleutikan bae atuh, lo," cekeng teh mere saran.
"Dagang naon atuh, nya Mang?" cenah.
"Ajaran dagang sangray suuk, enteng garapanana oge."- BASA INDUNG PITUDUH PIKEUN HIRUP APANJANG-APUNJUNGKu: Drs. R.H. Hidayat Suryalaga
13 Jun 2002 - 7:00 am
Upami urang nengetan sareng ngalenyepan "hariring indung" dina rumpaka di luhur ku urang bakal karaos pisan, ayana rupi-rupi rasa: harepan, kanyaah, kaiklasan, cita-cita, du'a ti nu jadi indung ka putrana nu jadi jimat manah kembang soca pupunden ati ibu ramana. Ti nalika jabang bayi aya dina lebet kandungan keneh, nu jadi indung mah parantos galecok "sasauran" sareng putra nu dikandungna, basana teh: "Utun-Inji, jabang bayi, masing lulus-banglus, berkah salamet, jauh balai-parek rejeki, pait daging pahang tulang. Amit-amit jabang bayi, ulah rek saturut-turutna, ari lain turutaneun mah, ulah sadenge-dengena ari lain dengekeuneunana, ulah satenjo-tenjona ari lain tenjoeunana, ulah saomong-omongna ari lain omongkeuneunana.




















