Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci keras (23)
- KABUYUTAN UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGANOleh: Oman Abdurahman dan Yustiaji
17 Nov 2003 - 12:34 am
Catatan atau peninggalan sejarah Sunda tertua yang memuat istilah kabuyutan sejauh ini adalah sebuah prasasti yang dikenal dengan prasasti Cibadak. Prasasti ini merupakan peninggalan Sri Jaya Bupati, seorang raja Sunda, yang dibuat antara 1006-1016 M, Prabu Sri Jaya Bhupati memerintah bersamaan saat di Kediri, Jawa Timur, memerintah Raja Airlangga. Dalam prasasti tersebut, Sri Jayabupati telah menetapkan sebagian dari Sungai Sanghyang tapak (saat itu), sebagai kabuyutan, yaitu tempat yang memiliki pantangan (larangan) untuk ditaati oleh segenap rakyatnya.
- ERRY RIYANA HARDJAPAMEKAS"Kade Hirup ulah Kabawa ku Sakaba-kaba, jeung Ulah Jarambah Teuing" (Meunang Jarambah tapi ulah Katutuluyan)
16 Jun 2003 - 2:16 am
Tokoh yang kami tampilkan ke hadapan sidang pembaca SundaNet.Com kali ini dikenal memiliki banyak jabatan yang dipercayakan kepadanya, aktif di berbagai organisasi serta kental kasundaannya. Beliau adalah bapak Erry Riyana Hardjapamekas.
Erry Riyana Hardjapamekas, dilahirkan di Bandung pada tanggal 5 September 1949, putera pasangan Bapak Sobri Hardjapamekas dengan Ibu T.Djuaedah. Erry yang beristrikan Ibu Yanie Netty Budiarti ini memperoleh gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1978. Tercatat dalam salah satu aktivitasnya, Erry pernah mengikuti Executive Education Program on "Corporate Financial Management" di Harvard Business School, tahun 1992, serta mengikuti berbagai seminar, lokakarya, dan konferensi, baik sebagai peserta maupun pembicara.- TUTUWUHAN SUNDA II
30 Sep 2002 - 6:43 am
CANGKUDU
Mengkudu - Morinda Citrifolia. Nama tumbuhan perdu, buahnya hampir sebesar kepala orang dewasa, penuh benjolan seakan-akan kudisan. Biasanya tumbuh di sisi pagar atau di sudut-sudut pekarangan rumah di pedusunan. Tumbuh sendiri, bukan ditanam orang.
Buahnya berwarna hijau, tapi kalau sudah terlalu matang warnanya keputih-putihan. Berbiji banyak. Pucuk dan pentilnya biasaya dikukus untuk lalab, buahnya yang belum terlalu matang biasanya dirujak.
Rasanya kesat, dan yang sudah matang betul dijadikan obat hipertensi. Kulit akatnya mengandung zat warna kuning (soga).- TUTUWUHAN SUNDA I
9 Sep 2002 - 2:16 am
BUNTIRIS
Cocor bebek; Kalanchoe pinnata (Lmk) Pers. Termasuk suku Crassulanceae. Terna, tinggi sampai 75 cm. Batang persegi empat agak sedikit bulat, bagian pangkal berdaun tunggal dan selebihnya berdaun majemuk, menyirip ganjil sebanyak 3-5 helai daun. Helaian anak daun berwarna hijau, berbentuk bundar telur menjorong, 9-14 x 1,5-6 cm; pinggirnya bergerigi ganda dengan lekukan-lekukan yang dapat bertunas. Perbungaan berbentuk malai, bunga kemerahan. Tumbuh sampai ketinggian 1000 m dapl. Biasa ditemukan tumbuh liar ditempat yang berbatu atau dibawah pagar hidup. Tak jarang juga ditanam sebagai tanaman hias atau obat. Perbanyakan dengan stek daun. Remasan daun buntiris digunakan untuk obat luka, obat keseleo, obat sakit kepala, obat penyakit kulit pada anak-anak, sebagai pipilis.- Sebuah Catatan: DIALOG SERATUSMembangun Daya Tahan dan Daya Juang Masyarakat
(Kerjasama Bandung Spirit & YPSDM Forum Rektor) 20 Aug 2002 - 8:29 am
Akibat masa keterpurukan yang berkepanjangan, masyarakat kelas menengah kebawah dihadapkan kepada situasi kejiwaan yang berintikan rasa kehilangan. Mereka kehilangan sumber nafkah, kepercayaan (kepada lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif), kehilangan panutan, kehilangan rujukan dalam kehidupan sehari-hari dan kehilangan harapan akan masa depan. Dibawah tekanan keadaan seperti itu, mereka lebih mudah melakukan baik tindak kejahatan individual maupun amuk masa yang destgruktif. Kedua macam tindakan itu berintikan kekerasan,baik terhadap sesama manusia maupun terhadap alam. Disesalkan, kelompok elit yang seharusnya menjadi panutan didalam dan mengatasi rasa kehilangan itu ternyata belum dapat diandalkan. Sebagian diantaranya bahkan tidak sadar akan masalah yang begitu nyata, sebagian lainnya justru memanfaatkan keadaan itu untuk tujuan-tujuan pribadi maupun golongan. Perbuatan tidak layak dan tidak terhormat seperti itu harus segera dihentikan dan upaya-upaya nyata yang benar-benar dibimbing cita-cita mulia harus digalakkan.





















