Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci lindung (18)

WANITA DENGAN PERANNYAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga

24 Dec 2002 - 11:12 pm

Tulisan ini sebagai suatu upaya mencari "KABERKAHAN" dari peran seorang IBU/WANITA berdasarkan Folklor Sunda dan kajian kasus per kasus. Semoga bermanfaat bagi perbincangan kita dalam arus "persamaan hak dan gender" yang kini hangat dicelotehkan orang.

Tulisan yang tidak berpretensi ilmiah ini saya persembahkan kepada semua wanita, sebagai rasa hormat dan kagum kepada insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Wacana ini penulis susun sebatas menelusuri dan mengkaji nilai-nilai luhur mengenai kedudukan dan peran wanita yang terjumpai dalam folklor Sunda. Pada akhirnya diharapkan kita semua faham bagaimana "ngalap berekah" dari insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Bukankah kata leluhur Sunda "ARI MUNJUNG ULAH KA GUNUNG, MUNJUNG MAH KUDU KA INDUNG".

NADOMAN NURUL HIKMAH, DARAS IAl Baqarah (Surat Kadua) - Ayat 1 d/k 18

18 Nov 2002 - 1:49 pm

1. ALLOH ANU MAHA UNINGA (:2/1,2) - rhs, 1 Syawal 1421 H


  • Alloh Nu Maha Uninga, kana sadaya dawuh-Na,
    mungguhing urang manusa, wajib kedah percantenna.
  • Kana Qur'an ulah hamham, ulah waswas ragu-ragu,
    upami urang mihamham, tangtos urang buntu laku.
  • Sadaya umat Pangeran, kedah kenging tuduh jalan,
    nu mawi lumungsur Qur'an, pikeun tuduh jalan iman.
  • Tawisna nu takwa to'at, yakin ayana aherat,
    solatna teh tara pegat, ku Alloh tangtos dirahmat.

TEMBANG SUNDA LARAS SOROG I

17 Oct 2002 - 4:22 am

Tembang Sunda nu kapungkur sok disebat Cianjuran, mangrupi kasenian klasik Sunda anu henteu luntur ku usum henteu laas ku jaman. Kawitna Tembang Sunda teh mung kalangenan para santana di kabupaten sareng lingkungan anu tinangtos bae, nanging ayeuna mah parantos prah di mana-mana. Pakempelan Tembang Sunda dugdeg, meh diunggal Kabupaten aya. Anu panganyarna nyaeta pakempelan tembang Sunda ARDACANDRA, di babancong Pendopo Kabupaten Bandung.

TUTUWUHAN SUNDA I

9 Sep 2002 - 2:16 am

BUNTIRIS
Cocor bebek; Kalanchoe pinnata (Lmk) Pers. Termasuk suku Crassulanceae. Terna, tinggi sampai 75 cm. Batang persegi empat agak sedikit bulat, bagian pangkal berdaun tunggal dan selebihnya berdaun majemuk, menyirip ganjil sebanyak 3-5 helai daun. Helaian anak daun berwarna hijau, berbentuk bundar telur menjorong, 9-14 x 1,5-6 cm; pinggirnya bergerigi ganda dengan lekukan-lekukan yang dapat bertunas. Perbungaan berbentuk malai, bunga kemerahan. Tumbuh sampai ketinggian 1000 m dapl. Biasa ditemukan tumbuh liar ditempat yang berbatu atau dibawah pagar hidup. Tak jarang juga ditanam sebagai tanaman hias atau obat. Perbanyakan dengan stek daun. Remasan daun buntiris digunakan untuk obat luka, obat keseleo, obat sakit kepala, obat penyakit kulit pada anak-anak, sebagai pipilis.

Naskah Kuna: WAWACAN ISTRI SAJATI

22 Jul 2002 - 5:30 am

Pak Sarikam yang hidupnya menduda, tinggal di desa Sukasari. Pekerjaan sehari-hari sebagai tukang kayu (bas). Pada waktu ia sedang memborong membangun rumah pak Lurah. Masih di desa itu tinggallah seorang gadis yatim piatu bernama Nyi Sari. Ia belum mendapat Jodoh, mungkin karena penyakit yang di deritanya selama ini, yaitu sekujur tubuhnya penuh dengan koreng. Pak Sarikam dating meminangnya, maka kemudian kawinlah mereka.