Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci mampu (58)

SARITILAWAH NURHIDAYAH, KARYA BESAR MISKIN APRESIASIOleh: Iip Dzulkifli Yahya *

20 Dec 2002 - 11:55 pm

Setelah lebih dari tiga tahun usai penggarapannya, Saritilawah Nurhidayah (SN) anggitan Hidayat Suryalaga (HS), terasa masih miskin apresiasi. Saritilawah dari tiga puluh juz Al-Quran itu sosialisasinya masih terbatas.
Resensi melalui media ataupun diskusi ilmiah untuk membedahnya, hampir tak terdengar. SN cenderung beredar dari mulut ke mulut di lingkungan terbatas. Sebagai sebuah karya besar dalam bahasa Sunda, penyikapan demikian amat memprihatinkan.

Kerja sastra selama tigabelas tahun sungguh suatu prestasi mengagumkan. Tidak banyak sastrawan yang mampu mempertahankan energi kreatif untuk sebuah karya selama itu. Dalam kasus SN, tampak bahwa berkah Al-Qur'an telah memberikan limpahan energi kepada seorang HS. Hal ini menarik dalam konteks memperbincangkan sejauh mana keberislaman 'manusia' Sunda. Seberapa jauh Islam telah menggerakkan energi kreatif orang Sunda untuk melakukan sesuatu di luar budaya primordialnya.

NANO S.Lamun jadi Seniman Ulah Hees ku Hese, Kudu Lain jeung nu Lian, jeung Kade Poho Layu sabab Payu

24 Sep 2002 - 12:37 am

Setelah cukup sering menerima permintaan dari rekan-rekan netter agar SundaNet.Com menampilkan figur pencipta lagu-lagu Sunda terkemuka, Guru Karawitan, Penyair serta Penulis Cerita Pendek berbahasa Sunda yang sangat kita kenal ini, sesudah mewawancarai beliau di kediamannya, Sundanet mencoba menampilkan profil tersebut yaitu Kang Nano S.

Tokoh yang mengaku "pituin" orang Garut, walaupun diujung namanya berakhiran "o", putera ke 6 dari 8 bersaudara buah perkawinan dari Bapak Iyan Suwarmo (alm), serta Ibu Nonoh Samanah ini "mengaku" dilahirkan pada tanggal 4 April 1944. Masa pendidikan dijalaninya di SR (Sekolah Rakyat) Sukarasa Gegerkalong Bandung, lulus tahun 1958, SMP PARKI II dan dilanjutkan ke Konservatori Karawitan (KOKAR) Bandung yang kala itu dipimpin oleh Pak Daeng Sutigna. Setelah lulus, Nano muda "dibenum" sebagai guru di SMPN I Bandung, merangkap mengajar di SMPN XV dan KOKAR. Dorongan yang kuat untuk melanjutkan studi menuntunnya melanjutkan ke ASTI pada tahun "70-an" dan berhasil menyelesaikan Sarjana Karawitannya di tahun 1979.

WAWACAN GANASWARAOleh: Kyai Ahmad Sobandi

11 Jul 2002 - 5:54 am

Raja Yaman mempunyai seorang putrid yang cantik bernama Ratna Komala. Sudah 25 orang raja yang mencoba melamarnya, akan tetapi tak seorangpun yang diterima oleh sang putri.

Di sebuah kampung ada seorang laki-laki yang telah ditinggal mati oleh istrinya, pekerjaan sehari-hari hanyalah menyapu jalan. Ia mempunyai dua orang anak laki-laki bernama Buntaran dan Ganaswara.

Naskah Kuna: WAWACAN SANG BATARA RAMA

25 Jun 2002 - 7:47 am

Batara Rama adalah anak sulung Dasarata, raja negri Ngayogya atau Yogyapala. Saudara-saudaranya ialah perbu Barata, Lasmana dan Turgana. Batara Rama beristerikan Dewi Sinta, anak Perbu Janaka raja negri di Mantilireja. Rama diperintahkan ayahnya menjaga para pendeta yang sedang bertapa di gunung, karena mereka sering diganggu oleh raksasa.

TANGTUNGAN SUNDA EUSI PIKEUN NANJEURKEUN DEUI SUNDAKu: Eddy Nugraha

13 Jun 2002 - 6:45 am

Salian ti warna-warna kanyaho Urang Sunda ngeunaan sebutan Sunda eta, harti nu dipake ku para ahli ngeunaan Sunda oge robah-robah ti jaman ka jaman. Misalna, dina pustaka tahun 50-an harti sunda teh nepikeun ka leuwih ti 25 harti (Sajarah Sunda I, 1956). Satuluyna, dina kamus Basa Sunda timiti citakan ka 1 (LBSS, 1975) nepi ka citakan ka 7 (LBSS 1992) ngan dihartikeun sacara etnis sanajan ditambah katerangan ngeunaan harti asalna. Robah-robahna ieu nunjukkeun robahna pangartos para ahli Urang Sunda dina ngama'naan sunda jeung dina ngajelaskeun ngeunaan tangtungan sunda ka bangsana.