Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci masing (53)

JAIPONGANAntara Kreasi Seni, Gengsi dan Tradisi Gantangan

6 Sep 2001 - 12:00 am

Keberadaan Jaipongan telah diakui masyarakat, tidak saja di Jawa Barat akan tetapi telah diakui pula keberadaannya di tingkat nasional dan cukup banyak orang asing yang menyukainya. Hal ini pada prinsipnya karena kesenian merupakan milik bersama dari suatu komunitas masyarakat, melalui nilai-nilai yang dikandungnya dari suatu bentuk seni tersebut. Jaipongan merupakan cermin kinerja seniman sebagai individu yang merupakan ekspresi pribadinya yang tidak lepas dari pengaruh lingkungannya.

SABDA MUTIARA TI TATAR SUNDA

6 Sep 2001 - 12:00 am

Kalayan geter, nu ngaweuh aubing wujud, kereteg ati ngucapkeun syukur.
Rehing ngalangkungan SundaNet.Com, parantos tiasa kapedalkeun catetan wejangan-wejangan amanat para kasepuhan ti Tatar Sunda, anu digelaran ku Sabda Mutiarana Kasepuhan ti Cinunuk Garut sarta saterasna Insya Allah sabda-sabda sanesna.

PAGUYUBAN PASUNDANKiprah Paguyuban Pasundan Pada Zaman Penggerakan Nasional (1914 - 1942)

30 Aug 2001 - 12:00 am

Pada saat didirikannya Paguyuban Pasundan bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, terutama pendidikan bagi putra-putri Jawa Barat dan Kebudayaan Sunda.
Seirama dengan perkembangan pergerakan nasional yang lebih menjurus kearah Pergerakan Politik pada tahun 1919. Selanjutnya bidangnya diperluas, seperti bidang Ekonomi, Kepemudaan, Wanita, Media Massa, dan Pendidikan.

Seni Batik

29 Aug 2001 - 12:00 am

Seni batik di Jawa Barat sudah di kenal semenjak ditulisnya naskah "Siksa Kandang Karesian" abad pada ke-16. Saat itu orang sunda sudah mengenal berbagai corak kain yang dalam Bahasa Sunda disebut samping dan batik. Beberapa macam corak lukisan (tulis), saat itu diantaranya pupujengan, hihinggulan, kekembangan, alas-alasan, sisirangan, toruk hata, kembang tarate, dan beberapa macam kain seperti kembang muncang, gagang senggang, anyam cayut, poleng rengganis, surat awi dan hujan riris.

MASYARAKAT BERHAK MENILAI

23 Aug 2001 - 12:00 am

Ini salah satu hembusan angin segar dalam reformasi pengelolaan lingkungan. Kini masyarakat lokal berhak menilai, mengkritik dan memberi masukan terhadap perumusan AMDAL perusahaan baru yang mengelola sumber daya alam dan memberi dampak lingkungan di suatu daerah.