Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci pisan (81)
- WADITRA
30 Aug 2001 - 12:00 am
Salah satu upaya untuk menanamkan penghargaan dan kebanggaan terhadap karya budaya bangsa, perlu ditumbuhkembangkan pada semua lapisan masyarakat yang pada gilirannya bisa menghantarkan dan membentuk sikap apresiatif kita dalam menghargai karya budaya bangsa.
Oleh karena itu, pemahaman tentang apresiasi seni perlu untuk mendapat perhatian dengan berbagai upaya untuk meningkatkannya.- LIMBAH B3
23 Aug 2001 - 12:00 am
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) bukan cuma dari pabrik saja. Rumah kitapun sumber limbah B3 dan tidak luput dari kepungannya. Bagaimana menanganinya?
- K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)Sosok Kyai-nya Kawula Muda
22 Aug 2001 - 12:00 am
Sosok Kyai yang satu ini memang lain, dia berani tampil beda antara menjalankan Syiar Islam dan kesehariannya. Tidak percaya? Lihat photo Aa Gym (begitu panggilan akrab) Kyai-nya kawula muda yang tampil di layar ini.
Pria kelahiran 29 Januari 1962 ini lebih enak dipanggil Aa (kakak), daripada sebutan Kyai.
"Saya ingin akrab dengan semua lapisan masyarakat, kalau dipanggil Kyai sepertinya ada jarak," ujar anak yang besar di lingkungan tentara dan pernah memimpin Resimen Mahasiswa di Universitas Ahmad Yani (Unjani) Cimahi ini.- Minawoh Pandawa Lilima
22 Aug 2001 - 12:00 am
Dina raraga mekarkeun sareng ngawanohkeun Seni Sastra Padalangan, urang cobi pedar Seni Sastra Padalangan ieu anu dikawitan ku ngawanohkeun tokoh-tokoh Pandawa Lilima sareng tokoh sanesna nu mibanda watek sareng tabiat nu rupi-rupi.
- Drs. H. Eka SantosaMasyarakat Sunda Memiliki Filosofis dan Nilai Budaya Luhur
22 Aug 2001 - 12:00 am
Masyarakat Sunda yang dikenal ramah, kreatif dan religius memiliki filosofis serta nilai-nilai budaya yang luhur.
Hal ini tercermin dalam kontribusi yang diberikan untuk memperkokoh eksistensi dan dinamika pembangunan pemerintahan maupun kemasyarakatan di Jawa Barat.
Untuk menyiasati berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi Jawa Barat, kita senantiasa berupaya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai "silih asih, silih asah, silih asuh" dengan pola pemecahan masalah "caina herang laukna beunang".




















