Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci sering (60)
- AOM KUSMAN KARTANAGARA, SHDalam Hidup, Bukan Start yang harus Bagus, tapi Finishlah yang harus Bagus
28 Aug 2002 - 3:02 am
Profil tokoh yang kami tampilkan kali ini adalah Aom Kusman Kartanagara,SH., seorang Pembawa Acara, Pelawak sekaligus Pemain Film, yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa Barat khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kang Aom atau Kang Kusman, demikian kami memanggilnya, dilahirkan di Kota Sukabumi, tanggal 24 Juni 1946, buah perkawinan dari ayahanda RMN Kartanagara yang saat itu menjabat Patih Sukabumi, dengan ibu Gurnita Yuyu yang berasal dari Sumedang.
- Naskah Kuna: WAWACAN DANUMAYA
11 Jul 2002 - 7:37 am
Tersebutlah sebuah negara bernama Gilangkancana. Rajanya bernama Sang Panji Subrata, dan permaisurinya bernama Ratna Kencana. Sang Raja mempunyai seorang putra yang sangat rupawan bernama Danumaya.
Semenjak kecil Danumaya rajin menuntut ilmu. Setiap pesantren yang terkenal selalu ia datangi dan terus berguru disana. Tapabratapun sering ia lakukan.
Pada suatu ketika Danumaya sedang berada didalam keraton. Tiba-tiba sang ayah berkata bahwa ke Gilangkencana bakal ada kerajaan lain yang menyerbu yaitu keling.- Naskah Kuna: WAWACAN LUTUNG KASARUNGOleh: Drs. H. Rd. Hidayat Suryalaga
11 Jul 2002 - 4:55 am
Meureun hidep ge geus nguping, carios sepuh baheula, aya dongeng anu rame, carita pantun asalna, asli dongeng ti Sunda, carita Lutung Kasarung, kieu geura lalakonna.
Kacaturkeun hiji wanci, tempatna di Kahiangan, bujangga karempel kabeh, para pohaci harempak, sareng hiji satria, kasep putra Sunan ambu, nu jenengan Guru Minda.- Naskah Kuna: WAWACAN SANG BATARA RAMA
25 Jun 2002 - 7:47 am
Batara Rama adalah anak sulung Dasarata, raja negri Ngayogya atau Yogyapala. Saudara-saudaranya ialah perbu Barata, Lasmana dan Turgana. Batara Rama beristerikan Dewi Sinta, anak Perbu Janaka raja negri di Mantilireja. Rama diperintahkan ayahnya menjaga para pendeta yang sedang bertapa di gunung, karena mereka sering diganggu oleh raksasa.
- TARI ANAK-ANAKOleh: Lis Emilawati
19 Jun 2002 - 6:06 am
Dalam suatu pertunjukan tari, sering dijumpai anak-anak begitu terampil menarikan Tari Topeng atau Tari Kandagan maupun Tari Jaipongan. Padahal perbendaharaan geraknya akan lebih pas apabila ditarikan orang dewasa. Orang tua si anak merasa bangga, begitu pula para penonton merasa kagum akan kepiawaian si anak.
Kasus semacam ini perlu menjadi bahan renungan para ahli tari dan guru tari, untuk selanjutnya melakukan langkah proaktif dalam meluruskan kebengkokan dengan cara menyusun sebuah format tentang bentuk tari bagi anak-anak.




















